Aku pernah berada dalam posisimu, yang begitu mengerti hingga detail terkecil darinya..
Iya, detail terkecil yang mungkin bahkan dia sendiri juga tidak memperhatikannya..
Kau tahu, aku selalu hafal kebiasaannya mencuci tangan sedemikian sering sebelum makan, caranya melapisi gelas dengan tisu saat embun dari es dalam gelas mulai menetes, memasukkan jam tepat pada tempatnya dalam tas. Aku tahu semua itu.
Setiap update statusnya, setiap comment commentnya, setiap status yang di "like" nya, aku tahu semua itu.
Aku pernah berada dalam posisimu, yang begitu bahagia saat berhasil mencuri kesempatan kecil untuk bisa bersama, walaupun aku juga tidak tahu apakah dia merasakan hal yang sama. Tapi tertawa berdua sudah sangat membahagiakan, walaupun lebih banyak aku yang terpekur menatapnya saat tertawa. Dia, dan dunianya..
Aku pernah merasakan hati seperti rasamu, yang selalu berdesir setiap kali sosoknya lewat. Hanya lewat, tanpa memandangmu yang terdiam dan gugup. Tapi entah kenapa, kau menikmati kediaman dan kegugupanmu itu. Sama sepertiku.
Aku sangat tahu bagaimana rasanya menangis sendirian. Kau bahkan tidak perlu curhat padaku untuk menggambarkan keadaanmu setiap malam. Aku tahu dari matamu, mata yang sama denganku setiap kali aku menatap cermin. Bagaimana rasanya menangis untuk seseorang yang bahkan tidak tahu air matamu. Sendiri.
Aku tahu semua itu, merasakan rasa yang kau rasakan. Keluh yang kau keluhkan. Tangis yang kau jeritkan. Pengakuan yang mati-matian kau tahan. Aku tahu semua itu.
Dan aku sangat tahu, sayang,, sangat tahu rasanya ketika kau menanyakan kepadaku : "Kenapa rasa ini harus ada hanya padaku??"..
Aku tahu sayang, karena jika kau tahu,, rasamu padanya, adalah rasaku padamu..
Dan aku ingin sekali bisa menatap matamu saat aku jawab : "Mungkin, karena kau belum bertemu potongan puzzle mu".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar